PP 53/2010 : Aturan Main Kinerja ASN

“Lebih baik mana ASN yang masuk dan pulang kerja tepat waktu tetapi tidak mampu mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan, dengan ASN yang masuk kerjanya sekehendak hati namun sasaran kinerja tercapai”

Mungkin seringkali kita mendengar hal itu terucap dari mulut seorang PNS ketika membahas tentang soal kinerja. Alasannya adalah bahwa yang terpenting dari sebuah kinerja adalah hasil(output). Iya…hal itu tidak keliru, tetapi juga tidak benar 100 persen. Dalam sebuah birokrasi pemerintahan, seorang ASN dituntut mematuhi aturan main yang telah ditentukan. Aturan main dibuat untuk memberikan rambu-rambu bagaimana seorang ASN bertindak dan batasan apa yang tidak boleh dilanggar.

Pemerintah telah menerbitkan aturan main tentang apa yang boleh dan tidak dilakukan oleh seorang ASN. Hal ini terwujud dalam Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai(download), yang memuat larangan dan ketentuan bertindak dan bersikap seorang ASN. Peraturan Pemerintah ini menjelaskan bahwa pelanggaran terhadap aturan main akan dikenakan sanksi berupa hukuman disiplin dari teguran sampai pemberhentian.

Jenis hukuman disiplin menurut pasal 7 Peraturan Pemerintah ini terdiri dari :
a. hukuman disiplin ringan;
b. hukuman disiplin sedang; dan
c. hukuman disiplin berat.
Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari:
a. teguran lisan;
b. teguran tertulis; dan
c. pernyataan tidak puas secara tertulis.
Jenis hukuman disiplin sedang terdiri dari:
a. penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 (satu) tahun;
b. penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan
c. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.
Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari:
a. penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun;
b. pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah;
c. pembebasan dari jabatan;
d. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS; dan
e. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS.
Dalam kaitannya dengan pernyataan diawal tulisan ini, maka ketentuan tentang mematuhi jam kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan pemerintah ini. Seorang ASN yang tidak mematuhi jam kerja dapat dikenakan hukuman disiplin sebagaimana tabel berikut :

Bekerja tidak cukup dengan kerja keras, tetapi juga harus cerdas dan tuntas. Selebihnya serahkan kepada yang maha kuasa dengan ikhlas…..sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas insha Allah akan digantikan dengan rejeki yang tidak akan disangka-sangka darimana datangnya.

“Mulailah dari hal kecil, mulailah dari diri sendiri KARENA tidak ada yang tidak bisa kita lakukan selama kita mau”