Buntok – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Barito Selatan sukses melaksanakan upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 pada Senin, 29 Juni 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) BKPSDM mengenai peran krusial keluarga sebagai fondasi utama pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pada kesempatan ini dibacakan pula naskah pidato resmi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa saat ini bangsa Indonesia berada di Era VUCA, sebuah lanskap global yang ditandai dengan gejolak perubahan cepat, ketidakpastian, kerumitan, dan kebingungan arah. Disrupsi teknologi digital dinilai telah masuk tanpa permisi ke ruang keluarga, sehingga ketangguhan keluarga kini menjadi keharusan mutlak dan urgensi nasional guna mencetak generasi pemenang dan menghindari bencana demografi.

Amanat tersebut juga menyoroti tiga pilar utama pembangunan keluarga: pemenuhan gizi untuk menuntaskan stunting, pendidikan karakter yang menjadikan rumah sebagai madrasah abad 21, dan pembentukan ketahanan mental anak. Secara khusus, pesan mendalam ditujukan kepada para ayah di seluruh Indonesia untuk hadir secara fisik maupun psikologis guna mencegah fenomena fatherless country. Orang tua diimbau untuk meletakkan gawai saat di rumah, membatasi screen time, dan menjaga anak-anak dari algoritma digital yang tidak bermoral serta patologi sosial seperti perundungan dan narkoba.
Menanggapi amanat nasional tersebut, Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Barito Selatan, Dr. Eko Hermansyah, SSTP, M.M., menegaskan komitmen dan dukungan penuh lembaganya.
“Keluarga adalah hulu dari segala bentuk profesionalisme dan integritas seorang ASN. Pesan Bapak Menteri sangat relevan; jika institusi keluarga ASN kita tangguh, berkarakter, dan harmonis, maka kinerja pelayanan publik di Kabupaten Barito Selatan juga akan meningkat secara signifikan. Kami di BKPSDM mendukung penuh penguatan peran orang tua, khususnya pemenuhan hak pengasuhan anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Pembatasan interaksi dengan layar gawai di luar jam produktif adalah langkah awal yang baik agar kita mampu mencetak SDM yang berkarakter mulia, bermental baja, dan siap mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Dr. Eko Hermansyah.

Sebagai langkah nyata dan selaras dengan arahan pimpinan, lingkungan internal BKPSDM Barito Selatan terus memperkuat sinergi dan iklim kerja yang mendukung keseimbangan waktu antara pengabdian negara dan keluarga. Iklim ini terus dibangun melalui komunikasi struktural yang solid serta didukung oleh berbagai fungsi strategis teknis, termasuk peran Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi. Optimalisasi sistem tata kelola digital di instansi tidak hanya difokuskan pada percepatan pelayanan kepegawaian, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem kerja cerdas (smart working) yang bijak teknologi, sehingga para ASN tidak dikuasai oleh algoritma yang menyita waktu keluarga mereka.
Upacara HARGANAS ke-33 ini ditutup dengan semangat kebersamaan seluruh jajaran BKPSDM Barito Selatan untuk mulai merapatkan barisan dari rumah tangga masing-masing. Membangun keluarga yang sehat dan berkarakter mulia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang kuat, SDM yang unggul, dan bangsa yang menang.
